Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az Zahra Bagian (7)

Oleh Na’am Qolby Ma’ak

Yang di sesalkan oleh Rosulullah SAW bahwa ujian dan gangguan datang dari orang terdekat Nabi SAW sendiri, yaitu Abu Lahab (paman Nabi) dan istrinya Ummu Jamil. Setiap hari Sayyidatuna Fathimah menemukan duri-duri dan kotoran di depan pintu rumahnya dan Nabi SAW
membersihkannya. Beliau tetap sabar tidak berbicara.

Hari berganti hari.. Minggu berganti minggu.. Sayyidatuna Fathimah melihat ayahnya tetap sabar dan berusaha untuk sabar. Ayahnya selau bermujahadah dan bersyukur. Yang mana tidak keluar dari lisan Beliau kecuali kata-kata yang baik. Juga Beliau tidak menyimpan dalam hati kecuai hal yang baik.

Sayyidatuna Fathimah mengambil pelajaran yang sangat berharga yaitu Ar-Rohmah dari Rosulullah SAW.

Kemudian Quraisy melibatkan keluarga Nabi SAW dalam permusuhannya. Nabi SAW tetap melindungi keluarganya dari gangguan Quraisy. Ummu Jamil (Istri Abu Lahab) berkata,
“Wahai kedua anakku, kepalaku dan kepala kalian haram bersentuhan jika kalian tetap bersama anak-anak Muhammad..!!”
Utbah dan Utaibah anak Abu Lahab menikah dengan Ruqayyah dan Ummu Kultsum, Putri Nabi SAW.

Maka Utbah dan Utaibah menceraikan Ruqoyyah dan Ummu Kultsum. Di tengah panasnya terik mentari kedua putri Nabi SAW berjalan
meninggalkan rumah suaminya. Perempuan yang masih muda dan cantik kembali ke rumah Ayahnya dengan hati yang penuh luka dan kesedihan..

Bayangkan..!! Bagaimana keadaan seorang anak perempuan yang baru saja menikah dan baru merasakan manisnya kasih sayang dan kegembiraan harus merasakan pedihnya serta pahitnya perceraian. Apa salah mereka..?? Apa dosa mereka..?? Mereka tak melakukan kesalahan sedikitpun. Mereka tak melakukan dosa apapun.. Akan tetapi karena keras kepala, kebecian dan kebodohan.

Kembalilah Ruqoyyah dan Ummu Kultsul dengan hati penuh kecewa. Fathimah meyambut kakak-kakaknya dengan air mata. Bayangkan, apa yang terlintas di benak Fathimah..? Mereka pergi dengan gembira di malam pengantin dan kembali dengan penh kesedihan dan kekecewaan. Fathimah dan kedua kakaknya duduk di kamar, mereka menangis dan saling berbagi rasa. Sedang Zainab telah menikah dengan Abul ‘Ash bin Robi’. Orang-orang kafir Quraisy terus menekan dan memaksa Abul ‘Ash agar menceraikan Putri Nabi SAW, yaitu Zainab. Akan tetapi Abul ‘Ash tak meghiraukan perkataan Quraisy karena Abul ‘Ash sangat mencintai Zainab. Zainabpun sangat mencintai suaminya..

(Bersambung)

Pos ini dipublikasikan di Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s