Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az Zahra Bagian (6)

Oleh Na’am Qolby Ma’ak

Kemudian Sayyidatuna Khodijah menghampiri Nabi SAW dengan penuh kasih sayang. Merawat, membersihkan dan mengusap bekas darah dan memar yang ada di Wajah Rosulullah SAW akibat pukulan-pukulan orang Quraisy. Tanpa di sadari, Sayyidatuna Khodijah meneteskan air mata dan bertanya atas apa yang terjadi, Nabi pun bercerita..

Suatu hari keluar Rosulullah SAW dan Sayyidatuna Fathimah mengikuti di belakang Nabi SAW menuju Ka’bah. Kemudian Nabi SAW sholat dan Fathimah duduk di samping Sang Ayah. Sedang di samping Ka’bah orang-orang Quraisy sedang berkumpul. Tiba-tiba datang salah seorang dari mereka membawa bungkusan yang berisi kotoran dan darah Onta yang baru melahirkan. Sangat bau dan menjijikkan..! Mendekati Nabi SAW dan menuangkannya di punggung, leher serta kepala Nabi SAW. Mereka menertawakan Rosulullah SAW. Mereka bergembira, berjoged-joged sambil bertepuk tangan. Bahkan ada yang sampai jatuh terlentang karena terlalu kuatnya tertawa. Rosulullah SAW tetap khusyu’ dalam sujudnya. Sayyidatuna Fathimah menangis dan menghampiri Ayahnya.

Dalam keadaan menangis Sayyidatuna Fathimah menghampiri ayahnya. Sambil membersihkan kotoran-kotoran yang ada di pundak ayahnya seraya berdoa atas orang kafir. Kemudian bangun Nabi SAW dalam keadaan marah dan berdoa,
“Ya Allah celakalah Uqbah bin Abi Mu’ith, Hisyam bin Hakam. Celakalah Utbah..” Maka demi Allah tidak di sebut nama mereka kecuali terbunuh di Perang Badar.

Maka pulang Nabi SAW sedang air mata Sayyidatuna Fathimah terus mengalir. Ketika sampai di rumah Sayyidatuna Fathimah membersihkan kepala Sang Ayah dan mencuci baju ayahnya dalam keadaan menangis. Maka Nabi SAW bersabda,
“Wahai Jatung hatiku Fathimah.. Janganlah engkau menangis.. Karena Alah SWT selalu menjaga ayahmu..!”

Keluar Nabi SAW suatu hari.. Menemukan kaum Quraisy sedang berkumpul dalam suatu rencana. Sepertinya kali ini mereka menginginkan hal yang besar. Bukan menaruh kotoran, akan tetapi mereka merencankan sesuatu yang dahsyat. Memikirkan bagaimana membunuh Nabi SAW. Ketika mendengar kabar ini, maka Sayyidatuna Fathimah dengan cepat berlari…

Dengan cepat Sayyidatuna Fathimah lari menuju Ka’bah dan memeluk Ayahnya, sedang wajah Sayyidatuna Fathimah pucat penuh dengan rasa cemas.
Nabi SAW bersabda,
“Apa yang telah terjadi wahai anakku..?”
Sayyidatuna Fathimah berkata,
“Wahai Ayah.. Mereka merencanakn sesuatu dan akan membunuhmu. Aku takut terjadi sesuatu atasmu.”
Maka Nabi SAW bersabda,
“Tenanglah Wahai Anakku. Sasungguhnya Allah selalu menjaga Ayahmu. Berdirilah bersamaku.”

Maka berdiri Sayyidatuna Fathimah bersama ayahnya keluar dari Ka’bah dengan hati yang teguh. Sedang orang Quraisy siap-siap menghadang Nabi SAW. Nabi SAW menghadap mereka dengan berdo’a, lewat di hadapan mereka dengan penuh haibah. Orang-orang Quraisy terdiam seribu bahasa dan hanya melihat Nabi SAW melintas di depan mereka. Tenang hati dan pikiran Sayyidatuna Fathimah. Sayyidatuna Fathimah yakin bahwa ayahnya dalam lindungan dan penjagaan Allah SWT. Dan Allah SWT tidak menyerahkan ayahnya kepada orang-orang kafir kecuali atas musibah yang mengangkat ayahnya ke martabat dan derajat yang tinggi.

(Bersambung…)

Pos ini dipublikasikan di Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az Zahra Bagian (6)

  1. Krongthip Mahalakorn berkata:

    ALLAHOMMA SHALI A’LA SAYYIDNA MUHAMMMAD WA A’LA A LIHI SAYYIDINA MUHAMMAD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s