Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az Zahra Bagian (4)

fatimah.jpg Oleh Na’am Qolby Ma’ak

Sayyidatuna ‘Aisyah berkata,
“Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling menyerupai Nabi SAW dalam kata-katanya atau cara bicaranya seperti Fathimah.”
Sayyidatuna Fathimah paling cantiknya wanita karena serupa dengan paling tampannya makhluk dan Fathimah memiliki tempat khusus di Hati Nabi SAW.

Sungguh banyak sekali Nabi SAW memberikan bisyarah pada Fathimah.

Sayyidina ‘Ali bertanya,
“Wahai Rosulullah.. Siapa yang paling engkau cintai..? Aku atau Fathimah..?” Nabi SAW bersabda,
“Fathimah adalah orang yang paling aku cintai sedang engkau lebih mulia darinya.”
Nabi SAW juga bersabda,
“Fathimah adalah orang yang paling aku cintai di antara
keluarga-keluargaku.”

Sayyidatuna ‘Aisyah RA pernah di tanya,
“Siapakah orang yang paling di cintai oleh Nabi SAW..?”
‘Aisyah RA menjawab,
“Fathimah..! Dan dari golongan laki-laki yaitu suaminya (‘Ali bin Abi Tholib).”
Nabi SAW bersabda,
“Fathimah adalah bagian dariku. Siapa yang menyakitinya maka telah menyakitiku. Siapa yang membuat Fathimah gembira maka telah membuatku gembira. Semua nasab terputus di hari Qiyamat kecuali Nasabku.”

Berapa banyak riwayat yang mennyebutkan kemulyaan, kecintaan juga kekhususan Sayyidah Fathimah dalam hati Nabi Muhammad SAW. Yang mana akan kita lihat dalam riwayat hidup Beliau RA, di Manaqib ini.

Hari-haripun berlalu…

Nabi SAW Sholat di rumah, mengajari Sayyidatuna Khodijah serta anak-anak perempuan Nabi SAW. Sayyidatuna Fathimah berada dalam bimbingan Sang Ayah yang penuh kasih sayang. Belajar kemulyaan, ibadah, bersimpuh di hadapan Allah SWT. Belajar dzikir, bagaimana tata cara mengabdi kepada Allah SWT di umur yang masih sangat kecil. Terdidik untuk naik ke derajat yang tinggi.

Sampai ketika umur Sayyidah Fathimah mencapai 7 tahun. Allah SWT memberi perintah kepada Nabi SAW menampakkah da’wahnya.
Fasda’ Bimaa Tu’maru Wa A’ridl ‘Anil Musyrikiin.
“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang di perintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” (Al Hijr:94)
Juga di perintahkan untuk memberi peringatan kepada keluarganya, Wa Andzir ‘Asyiirotakal Aqroobiin.
“Dan berilah peringatan kepada keluargaku yang terdekat.” (Asy Syu’ara’ :214) Maka Rosulullah SAW melaksanakn dan menampakkan dakwahnya.

Ketika Nabi SAW menampakkan dakwahnya, Sayyidatuna Fathimah masi berumur masih kecil sebagai gambaran dan tauladan dalam dakwah ini.

Sayyidatuna Fathimah walaupun masi kecil, Beliau menjadi gambaran dan tauladan. Nabi SAW bersabda,
“Wahai Kaum Quraisy.. Bani ‘Abdul Muthollib.. Abbas bin ‘Abdul Muthollib, Shofiyyah ‘Ammatiy Rosulillah.. Selamatkan dirimu karena aku tak dapat berbuat apa-apa atas kalia di depan Allah..!” Kemudian Nabi menunjukan pembicaraan kepada Sayyidah Fathimah, “Wahai Fathimah binti Muhammad selamatkan dirimu karena aku tak bisa berbuat apa-apa di hadapan Allah..”

Sebagian orang heran dengan hadits ini. Namun ketika melihat periwayat hadits ini adalah Bukhori Muslim.
Bagaimana Nabi SAW menujukan pembicaraannya kepada Kaum Quraisy, Paman juga bibinya. Kemudian menujukan kepada anak kecil yang berusia 7 tahun..?
Tidak lain karena Nabi SAW tahu kekhususan, keistimewaan dan pengetahuan yang luas juga karena kecerdasan Sayyidah Fathimah dalam meresapi ilmu yang di berikan Nabi SAW.
Coba anda renungkan.. Apa yang ada di dalam hati Zahro’ ketika mendengar ayahnya mengkhususkanny dalam khithobnya..? Sedang ketika itu beliau masih kecil..

(Bersambung..)

Pos ini dipublikasikan di Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s