Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az Zahra Bagian (3)

Oleh Na’am Qolby Ma’ak

Rumah tempat di lahirkan Fathimah adalah rumah tempat turunnya wahyu. Ketika turun pertama kali, Nabi datang dalam keadaan takut. Berkata Sayyidah Khodijah “Wahai Suamiku, Jangan takut. Sesungguhnya Allah takkan menyia-nyiakanmu. Karena engkau orang yang suka bersedekah, menyambung tali silahturahmi, selalu membantu orang yang susah. Demi Allah..! Allah tak akan menyia-nyiakanmu”
Inilah Nabi SAW yang mana mulai sebelum menjadi di angkat Nabi memiliki sifat-sifat yang mulia. Sedang Sayyidah Khodijah tidak di kenal di Makkah kecuali sebagai wanita yang mulia dan terhormat. Baik dari segi akhlaq dan budi pekertinya. Di rumah tersebutlah anak-anak perempuan Nabi SAW terdidik dengan bimbingan orang tua yang penuh akhlaq mulia dan kasih sayang.

Sebagian Ulama’ berkata di lahirkannya Fathimah di masa sebelum di utusnya Nabi SAW adalah sebuah hikmah agar Fathimah membantu perjuangan Ayahnya dan tumbuh besar bersama dengan tumbuh besarnya agama Islam. Sayyidah Fathimah menjadi pendamping setia Ayahny dalam suka dan duka sampai Nabi SAW meninggal.

Sayyidah Fathimah adalah Jantung Hati yang sangat di cintai oleh Nabi SAW dan Sayyidah Khodijah. Sampai-sampai Khodijah setiap melahirkan, mengirimkan anak-anaknya untuk di susui kepada orang lain sebagaimana adat orang-orang Quraisy. Kecuali Fathimah. Sayyidah Khodijah sendiri yang menyusuiny karena cintanya yang mendalam karena kemiripinnya dengan Rosulullah SAW. Juga karena Fathimah adalah anak terakhir (paling kecil) sehingga mendapat perhatian khusus.

Di sebut Sayyidah Fathimah dengan “Zahroh” karena warna kulitnya putih indah bercampur dengan kemerah-merahan. Sebagian mengatakan di sebut Zahroh karena menerangi penduduk langit sebagaimana nampak penduduk bumi gemerlapnya bintang yang di langit. Fathimah juga di sebut “Al-Batuul”, Yang Suci. Karena tidak pernah putus serta semangat dalam Ibadah. Sebagian mengatakan di sebut Al Batuul karena, tidak ada wanita di zamannya yang menandingi kemulyaan, keagungan derajat Sayyidatuna Fathimah. Dan nama-nama Beliau banyak di antaranya Siddiqoh, Mubarokah, At-Thohiroh, Az-Zakiyyah, Ar-Rodliyah,
Al-Mardiyah. Beliau juga di panggil “Ummi Abiha” (Ibu Ayahny). Mengapa..??

Sayyidatuna Fathimah mendapat julukan dari ayahnya SAW “Ummi Abiha” sebagai Ibu bagi Ayahnya, Mengapa..?? Karena sepeninggal ibunya yaitu Sayyidah Khodijah, Fathimah selalu membantu Nabi SAW dalam segala hal. Selalu siap siang dan malam demi kepentingan Ayahnya SAW. Sampai akhir hayat Nabi SAW beliau selalu khidmah kepada ayahnya. Oleh karena itu Sayyidatuna Fathimah di juluki Ummi Abiha. Dan cukup bagi Fathimah julukan tersebut sebagai satu kemulyaan dan kedudukan yang tinggi.

Sayyidatuna Fathimah adalah paling miripnya manusia dengan Rosululloh SAW. Di riwayatkan oleh Sayyidatuna ‘Aisyah “Tidak pernah aku melihat manusia yang mirip dengan Rosululloh SAW dalam segi diam, bicara juga dalam berjalan atau cara duduknya seperti Fathimah Bint Muhammad. Ada Nabi SAW setiap kedatangan Fathimah berdiri dari tempat duduknya dan mencium kening Fathimah lalu mendudukkan Fathimah di tempat duduknya. Begitu juga Fathimah jika Nabi SAW datang.
Anas bin Malik berkata “Tidak ada yang mirip dengan Rosululloh SAW seperti Hasan bin Ali dan Fathimah Bint Muhammad…”

(Bersambung..)

Pos ini dipublikasikan di Manaqib Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s