APAKAH TANDA HITAM DI DAHI (Jidat) MERUPAKAN SUNNAH ?

Tidak pernah ada riwayat bahwa Rasul saw berbekas hitam didahinya, namun ada riwayat bahwa para sahabat ada yg berbekas seperti itu,

Tetapi ada firman Allah swt : “Muhammad adalah utusan Allah, dan yg beriman bersamanya tegas terhadap orang kafir dan berlemah lembut sesama mereka, kalian lihat mereka ruku dan sujud untuk mencari anugerah dan keridhoan Allah, tanda mereka adalah bekas sujud di wajah mereka..” (QS AL Fath 29).

34066_1390637177204_1570364984_30930388_3501983_a.jpg

Nah.. sebagian saudara saudara kita mengira bahwa yg dimaksud tanda bekas sujud itu adalah bekas hitam itu, maka mereka membentur2kan kepalanya dg keras saat sujud agar dahinya bertanda hitam.., lucu sekali, aduh.. betapa mereka tak mengerti makna ayat itu, padahal yg dimaksud adalah cahaya sujud yg terbersit di wajah, yaitu tanda sujud yg terus menerangi wajah mereka hingga di barzakh dan dihari kiamat.

Kalau yg dimaksud adalah tanda hitam itu maka bila telah dikubur maka tubuh membusuk maka sirnalah tanda itu, dan tak pernah teriwayatkan bahwa Nabi saw memiliki tanda itu.

Lalu bagaimana dg Budha yg memiliki juga tanda itu?, tak payah bersujud namun cukup menandainya, tentunya buka itu yg dimaksud, tapi cahaya sujud yg terlihat di wajah mukminin.

Habib Munzir Al-Musawa

Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Satu Balasan ke APAKAH TANDA HITAM DI DAHI (Jidat) MERUPAKAN SUNNAH ?

  1. Kanthi purwanto berkata:

    Top

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s