Ummahatul Mu’minien, Sayyidah Khadijah Al Kubra Radiyallahu ‘Anha… Bagian Pertama


Khadijah Bint Khuwailid adalah seorang janda kaya yang sukses dalam membangun bisnisnya. Beliau dikenal tekun serta budi pekerti yang mulia. Sehingga penduduk Mekkah sering membicarakan perihalnya. Khadijah adalah bangsawan Arab, yang tidak ada seorang pun menandingi ketinggian martabatnya. Telah banyak di antara pemuka pemuka Bangsawan Arab yang datang untuk mempersunting Beliau. Namun semua di tolak dengan halus oleh Belìau..

Maisarah, adalah orang kepercayaan nya dalam menjalankan bisnis perdangannya. Dia adalah pembantu laki-laki yaog dapat di percaya lagi setia kepada majikannya. Maisarah juga yang menemani Rasulullah SAW dalam menjalankan perniagaan Khadijah. Maisarah sering bercerita pengalaman-pengalaman yang indah lagi menakjubkan ketika melakukan perjalanan bersama Rasulullah SAW dalam berdagang, kepada Beliau.

Adalah Atikah bint Abdul Muthallib yang membawa keponakan nya, Muhammad Bin Abdillah SAW untuk bekerja kepada Khadijah..

Khadijah sering memperhatikan Rasulullah dari kejauhan, ketika Beliau SAW datang dari berdagang. Khadijah selalu berkata, “Demi Allah, dia bukan manusia biasa.”

Setelah Khadijah mendengar cerita Maisarah dalam perjalanan bersama Rasulullah SAW Ke Syam, maka bersegeralah ia menemui anak pamannya. Waraqah bin Naufal.
“Ada satu masalah penting yang hendak ku bicarakan dengan mu.” Khadijah memulai pembicaraan. “Katakan, apa itu?”
“Tahun ini daganganku kupercayakan pada Muhammad di dampingi Maisarah, orang yang sangat ku percaya.” “Ya aku tahu itu.”
“Bukan ìtu masalahnya, tapi Maisarah banyak menceritakan hal-hal yang di alaminya bersama Muhammad, apa kau sudah dengar itu?”
“Ya, sedikit dari teman-teman Maisarah. Sebagian mereka percaya. Sebagian lagi, mereka mendustakannya.”
“Dengar aku telah lama melihat berbagai kejadian itu pada diri Muhammad, dan aku ceritakan kepada Pembantuku. Aku sering melihat mendung selalu menaunginya seakan tidak rela bila terik matahari menyentuh kulitnya. Aku yakin apa yang di katakan Maisarah adalah benar.” “Aku juga percaya semua ceritamu dan cerita Maisarah.”
“Bagaimana kau percaya begitu saja tanpa melihat semua itu dengan mata kepalamu sendiri?”
“Ya telah lama aku menunggu tanda-tanda ini. Para biarawan dan pendeta selalu membicarakan ini dan menantikan hal ini sejak lama sekali. Hal ini telah termaktub dalam kitab-kitab suci kami. Diceritakan dari generasi ke generasi. Dari guru-guru kepada murid-muridnya. Ketika mendengaroya, aku sangat yakin bahwa akuakan menyaksikan kejadian ini. Sedikitpun aku tak merasa ragu. Apalagi tentang Pendeta Nestor. Dia pendeta yang alim dan jujur. Muhammad, dialah yang akan di angkat sebagai Nabi Akhir Zaman. Hanya ku tidak tahu, kapan ia akan di utus.”

Setelah itu Waraqah terdiam. Agak lama. Air matanya berlinang. Tanda bahwa ia sedang gembira di sertai rindu yang mendalam. Kemudian… Dia bangkita dan mohon diri.

“Tunggu dulu, aku belum selesai bicara dengan mu….” cegah Khadijah
“Ya, aku tahu apa yang akan kau katakan. Dalam hatimu kau mengagumi sekaligus mencintai Muhammad. Wahai Putri Pamanku, semoga Allah mengabulkan cita-citamu. Semoga Allah mengangkatmu, sebagai wanita yang mulia” “Kau tahu itu?”
“Ya, aku tahu. Dan aku mendukungmu supaya engakau ikut andil dalam hal ini. Andil yang membekas dalam sejarah besar ummat ini.”

Beberapa waktu lalu, sebelum Rasulullah SAW menjadi orang yang membawa dagangannya, Khadijah perna bermimpi melihat matahari masuk dalam rumahnya, kemudian sinarnya memancar keluar rumah sehingga tak satu pun rumah di Makkah kecuali di terangi oleh sinarnya. Ketika mimpi itu di ceritakan pada Waraqah, Waraqah berkata, “Kau akan menjadi istri Nabi Akhir Zaman.”

Allah mempersatukn Khadijah dengan hamba Pilihan Nya, yang kelak membantu sepenuh hati dalam berbagai permasalahannya yang di hadapinya.

Dalam pernikahannya, Khadijah memanggil Amr bin Sa’ad sebagai wali. Hadir pula Waraqah bin Naufal, Abu Thalib serta para pembesar Quraisy lainnya. Dan ketika itu Rasulullah SAW berusia 25 tahun dan Sayyidah Khadijah 40 tahun.

Semua putra-putri Beliau SAW berasal dari pernikahan dengan nya, kecuali Ibrahim. Putra-putri beliau itu adalah
1. Al Qasim, Beliau SAW di juluki dengan nama ini. Abal Qasim 2. Zainab
3. Ruqayyah
4. Ummu Kultsum
5. Fathimah Az Zahra
6. Abdullah, di juluki pula Ath-Thayyib, yang Baik. Dan juga At Thahir, yang suci.

Semua putra Beliau SAW meninggal dunia saat kanak-kanak. Putri-putri Beliau SAW hidup di Masa Beliau SAW. Dan hanya Fathimah Al Bathul yang meninggal dunian setelah 6 bulan Beliau SAW wafat.

Bersambung…….

Pos ini dipublikasikan di Rasulullah Muhammad SAW dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s