Maisarah Bercerita “Perjalanan Rasulullah SAW Ke Syam….”


Banyak hal yang mengagumkan yang di saksikan Maisarah ketika menemani Rasulullah SAW membawa dagangan Sayyidah Khadijah ke Syam. Maisarah adalah seorang pembantu laki-laki kepercayaan Sayyidah Khadijah bint Khuwailid. Dia sangat setia kepada majikannya..

Baiklah, biarkan dia menceritakan sendiri kisah kisah yang menakjubkan ketika menemani Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam..

“Ketika aku bersama Muhammad bin Abdillah, banyak kejadian luar biasa yang belum pernah aku saksikan sebelumnya.”Tutur Maisarah awal ceritanya.
“Perjalanan yang kami tempuh terasa menyenangkan. Rasa capek seakan tak pernah kami rasakan. Ketika malam tiba, aku sediakan tempat untuknya supaya beliau istirahat dan melalui malam yang dingin itu dengan perasaan nyaman. Namun aku lihat beliau tak tidur sebagaimana aku perkirakan. Aku lihat dia duduk dì tempatnya sampai larut malam, hingga aku tidur lebih dulu.”

“Saat ku mulai terlelap, tiba-tiba aku terkejut. Sepertinya aku mendengar sebuah percakapan. Seakan-akan bulan tengah berbicara dengan bumi. Rasa kantuk pun hilang, karena aku lebih tertarik untuk mendengarkan percakapan itu.
‘Aku ingin menjadikan sinarku sebagai alasnya. Aku kira, permukaan mu itu keras dan akan menyakitkannya.’ Ujar suara pertama.
‘Permukaanku memang keras, tapi untuknya aku akan jadi alas yang lembut dan nyaman. Tolong katakan pada temanmu. Matahari. Supaya dia bersikap lembut padanya ketika siang hari.’
Itulah kira-kira yang mereka bicarakan. Sekalipun nama Muhammad tak di sebut-sebut dalam pembicaraan itu, tapi aku yakin dialah yang di maksud. Bingung aku memikirkan kejadian itu, hingga aku tertidur lagi.”

“Saat aku terbangun aku lihat dia masih duduk di tempatnya seperti semula. Di akhir malam beliau hanya tidur sebentar saja. Kemudian bangun ketika hari menjelang pagi. Ke esokan harinya aku lihat wajahnya segar dan tampak bersemangat. Tak ada tanda tanda sedikitpun bahwa dia kurang tidur. Begitulah seterusnya meskipun perjalanan yaog kami tempuh hingga berhari-berhari.”

Awan Selalu Menaungi Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam Hingga Pertemuan dengan Pendeta Nestor

“Siang hari,”Maisarah meneruskan ceritanya. “Ketika matahari membakar bumi dengan teriknya yang menyengat aku lihat wajahnya tetap bugar seakan ada yang menaunginya. Aku heran dengan semua kejadian ini. Ketika tiba di Syam, sebagaimana biasa aku terlebih dahulu mengunjungi Rahib Nestor untuk meminta restunya. Rahib menyambutku dengan gembira. Setelah menyuruhku duduk dia bertanya sambil melihat keluar jendela, ‘Siapa yang duduk di bawah pohon itu?’
‘Muhammad bin Abdillah,’ Jawabku.

“Demi Allah, dia adalah seorang Nabi.”
“Bagaimana anda tahu?”
“Tak ada yang duduk di bawah pohon itu melainkan seorang Nabi.”
“Bukanlah pohon itu telah ada sejak dulu dan memang banyak orang yang berteduh di situ karena pohonnya rimbun?”
“Kau takkan percaya, coba lihatlah nanti sepulang mu dari pasar. Tapi jangan kau ceritakan kejadian ini pada teman-temanmu. Jaga tuanmu itu baik-baik dan berhati-hatilah dalam melayaninya!”

Aku mohon pamit, kemudian menjajakan dagangan di pasar. Aku bersama Muhammad berjalan di lorong-lorong pasar. Dari satu toko ke toko lain. Karena suatu permasalahan, seorang pedagang Nasrani meminta Muhammad agar bersumpah atas nama Latta dan Uzza. Ia menolaknya dengan halus. Orang Nasrani itu kemudian berbisik kepadaku, ‘Dialah Nabi Ummat ini.’

Sekeluarnya kami dari pasar, aku melihat ketempat pohon tadi berada. Sungguh, pohon itu telah lenyap dan seakan tak pernah tumbuh di sana. Pendeta Nestor tersenyum pada ku dari pintu gereja, kemudian masuk kedalam.

Kami pulang dengan membawa keuntungan yang luar biasa…………….”

Maisarah sering menceritakan hal ini pada teman-teman nya. Sebagian ada yang percaya, sebagian mendustakannya.

Khadijah bin Khuwailid juga mendengar kisah ini. Maisarah sendiri yang menceritakanmya. Dan kisah ini mempunyai nilai tersendiri bagi Khadijah…

Pos ini dipublikasikan di Rasulullah Muhammad SAW. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Maisarah Bercerita “Perjalanan Rasulullah SAW Ke Syam….”

  1. Ping balik: Ummul Mu’minien, Sayyidah Khadijah Al Kubra Radiyallahu ‘Anha… Bagian Pertama « Bint Barakwan Al Hasani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s