Tebaran Kalam Nasehat Al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfaqih Bagian Kedua

Tebaran Kalam Nasehat Al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfaqih


“Dahulu kami khawatir anak keturunan kita mempunyai perangai yang buruk dan tidak lagi mengikuti ajaran para salafunasshalihin. Namun, justru sekarang yang kami takutkan adalah selamatkah mereka dari kubangan kekufuran.”

“Jangan kalian golongkan diri kalian dari orang-orang yang mengharapkan ni’mat akhirat tanpa mau beramal.”

“Janganlah engkau terlalu memikirkan soal rezeki, walaupun engkau memiliki banyak anak. Karena sesungguhnya masalah rezeki itu berada di tangan Sang Pemberi Rezeki.”

“Barang siapa yang merasa cukup bahwa gurunya itu kitab, maka sesungguhnya guru orang tersebut adalah setan.”
Yang di maksud adalah tidak cukup seseorang belajar hanya dengan membaca kitab-kitab saja tanpa adanya seorang guru yang membimbing, mengenalkan dan mendekatkannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Ilmu pengetahuan, tidak akan bermanfaat sama sekali bagi seseorang yang gemar berbohong. Begitu pula ini agama, tidak ada manfaatnya sama sekali bagi seseorang yang suka berbohong.”

“Menghianati ilmu itu lebih berat dosanya, dibandingkan berkhianat masalah harta benda.”

“Sesungguhnya hidayah yang terbaik adalah petunjuk Sayyidina Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wa ‘Alaa Alihi Wa Sallam. Karena hal tersebut merupakan manifestasi dari sebuah jalan. Yaitu perjalanan dan ibadah serta perwujudan dari berbagai macam amal.”

“Hidupkanlah pohon-pohon keimanan kalian dengan makna Laa Ilaha Illallah.”

“Barangsiapa yang berpuasa di Bulan Ramadlan, lalu waktunya di isi dengan membaca Al Qur’an, maka orang tersebut merupakan orang yang sangat beruntung. Sebaliknya, apabila seseorang tersebut berpuasa di Bulan Ramadlan akan tetapi enggan untuk membaca Al Qur’an, maka orang tersebut termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka.”

“Sesungguhnya bukan banyaknya ilmu yang kami cari, namun pada hakekatnya yang kami cari adalah akhlak dan budi peketri. Karena syariat Agama Islam itu berdasarkan adab dan budi pekerti yang luhur.”

“Modal yang terbesar bagi seseorang pada hakekatnya adalah keyakinan akan makna Laa Ilaha Illallah.”

Sumber Buku Secangkir Hikmah – Sayyid Abdul Qadir Umar Mauladdawilah

Semoga Bermanfaat. Jangan lupa hadiri acara Haul Beliau Al Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil faqih RA dan Putera nya Prof. DR. Habib Abdullah bin Abdul Qodir pada hari Ahad 13 Juni. Pukul 10.00 WIB. Di pondok pesantren Darul Hadits Al Faqihiyyah. Jalan Aris Munandar, kawasan alun alun kota Malang.

Pos ini dipublikasikan di Mutiara Hikmah dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Tebaran Kalam Nasehat Al-Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfaqih Bagian Kedua

  1. penasaya berkata:

    Ijin copy tulisan ini juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s