Terlalu Cepat Menuduh (Akhlak Ahlul Bait)

Baru saja Sayyidina ‘Ali Zainal Abidin keluar dari rumahnya, tiba-tiba seseorang mendatanginya dan berkata, “Kau telah mencuri kantong uangku yang berisi 1.000 dinar. Tidak ada yang mencurinya kecuali engkau.” Orang itu lalu menghina dan mencaci.

“Mari kerumahku, akan kukembalikan uangmu,” kata beliau.

“Beliau kemudian kembali ke rumahnya di ikuti orang itu. Sesampainya di rumah, beliau memberinya uang 1.000 dinar. Orang itu lalu pulang. Setelah sampai di rumah, ia terkejut melihat kantong uangnya yang berisi 1.000 dinar ternyata tertinggal di rumah. Ia segera menemui Sayyidina Zainal ‘Abidin untuk meminta maaf.

“Aku telah mencaci dan menuduhmu sebagai pencuri, tapi kau diam, sabar dan santun kepadaku. Kau tidak membalas dengan perlakuan yang pantas bagiku, bahkan kau memberiku 1.000 dinar. Sekarang uangku telah ku temukan, maka ambillah uang 1.000 dinarmu ini.”

“Engkau telah ku maafkan dan 1.000 dinar itu untukmu. Semoga Allah memberkatimu. Kami Ahlul Bait jika telah mengeluarkan sesuatu tidak akan menariknya kembali.”

Andaikata peristiwa ini terjadi pada diri kita, kita tentu akan membalas setiap kata yang ia ucapkan dengan sepuluh kata yang lebih buruk. Akan tetapi, karena beliau bersabar dan bersikap santun, maka lelaki itu menyesal dan bertobat.

Sumber Buku Kisah dan Hikmah Dalam Kalam Habib Muhammad Bin Hadi Assegaf.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Hikmah dan tag , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Terlalu Cepat Menuduh (Akhlak Ahlul Bait)

  1. Dedhy Kasamuddin berkata:

    Assalamu ‘alaikum mas.

    Salam kenal yah, saya abis mampir ke Blog mas, dan blog mas sangat bagus dan bermanfaat.

    Dan betapa senangnya saya, apabila mas mau mampir juga ke blog saya, sekalian saling menjalin silaturahmi sesama Blogger.

    Alamat Blog saya: http://bendeddy.wordpress.com

    Salam kenal,
    Dedhy Kasamuddin

    • arroudloh berkata:

      ‘Alaikumussalaam Warahmatullah Wabarakatuh.. semoga yang sedikit ini bisa memberi manfaat kepada kita semua dunia dan akherat. amien..

      Semoga Allah selalu melindungi dan merahmati anda sekeluarga..

      salam kenal juga..
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya..

  2. darahbiroe berkata:

    heheh
    mungkin begitu sob
    tapi belajar bersabar dan mengendalikan amarah dan emosi (hawa nafsu)
    itu memang susah yaw😀

    • arroudloh berkata:

      Hmm.. iya mas agak susah memang.. tp kalo kita tahu sisi negatif dari melampiaskan marah atau emosi, kita akan skuat tenaga untuk bisa mengendalikannya. mungkin awal2nya susah tapi kalo terus usaha dan belajar insyaAllah amarah mudah untuk di kendalikan. lagi pula mengendalikan amarah dapat sertifikat orang kuat menurut Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam.. hehe
      ini maksudnya,
      HR. Ahmad dari Abu Hurairah r.a Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam
      “Orang kuat itu bukan terletak pada kemampuan berkelahi, tetapi orang kuat adalah yang dapat mengendalikan diri ketika sedang marah.”

      riwayat lainnya HR. Ahmad dr Sahl bin Muadz bin Anas dari ayahnya, Rasul Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangg siapa menahan amarah padahal ia mampu untuk menumpahkannya maka Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk, lalu ALLAH memberinya kbebasan untuk memilih bidadari mana yang ia sukai” HR. Dawud, Tirdmidzì dan Ibnu Majah.

      dan masih banyak lagi riwayat baik hadits Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam atau perkataan para salafusshalih berkenaan hal tersebut,

      lagi pula marah itu menghimpun sluruh kburukan, demikian yang di utarakan oleh Imam ahmad r.a

      Wallahu A’laam

      Semoga Allah merahmati anda dan keluarga.. semoga kita semua bisa menahan amarah, emosi kita.. sehingga kita menjadi insan yang berakhlakul karimah.. amien
      Terimakasih sudah berkenan berkunjung mas..

  3. abizakii berkata:

    Assalamu alaikum,

    Kisah yang penuh hikmah,

    Syukran….:)

    • arroudloh berkata:

      ‘Alaikumussalaam Warahmatullah Wabarakatuh..

      semoga Allah beri anugerah kesehatan lahir batin kepada ‘Amm sekeluarga.. amiin,

      semoga kita bisa mengambil teladan dari beliau Imam Ali Zainal Abidin r.a..

      ‘afwan ^-^

      Syukran dah mampir..

  4. Bang Aziem berkata:

    Jayyid ya akhi…

    Hakadza allamana al-musthafa saw…. memang beginilah al-Musthafa Rasulullah saw. mengajari kita…

    • arroudloh berkata:

      Na’am ustad.. Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam teladan yang sempurna bagi kita.. Begitu juga dengan para ahlul baitnya yang berpegang teguh pada manhaj ahlus Sunnah.. Semoga kita semua di kumpulkan kelak bersama Al Musthafa Shallahu Alaihi wa Sallam..

      Syukran atas kunjungannya.. Syukran juga sudah memasukkan link blog al faqir ke blognya ustad..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s