Kemuliaan Madinah Al Munawwarah Bag 2

DAJJAL TIDAK BISA MEMASUKI KOTA MADINAH

Abu Bakrah mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Tidaklah masuk kota Madinah ketakutan terhadap Masih ad-DaJjal, pada hari itu Madinah mempunyai tujuh buah pintu gerbang, di atas setiap pintu ada dua malaikat.”
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “Pada pintu-pintu kota Madinah ada malaikat yang menyebabkan tha’un ‘wabah’ dan Dajjal tidak memasukinya.”
Anas bin Malik r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu negeri kecuali akan dimasuki oleh Dajal selain kota Mekah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat – malaikat yang berbaris menjaganya, (maka Dajjal dan wabah tha’un tidak akan dapat mendekatinya insya Allah , dan dalam satu riwayat: Dajjal datang sehingga turun di sudut kota Madinah . Kemudian Madinah menggoncang penghuninya tiga kali. Sehingga, Allah mengeluarkan seluruh orang kafir dan munafik.”
Abu Sa’id al Khudri r.a. berkata, “Rasulullah SAW menceritakan kepada kami sebuah cerita panjang tentang Dajjal. Beliau menceritakan Dajjal itu kepada kami dengan bersabda, ‘Dajjal itu akan datang dan ia diharamkan masuk pintu Madinah. Lalu, ia singgah di sebagian kota Madinah yang gersang (dalam satu riwayat: di dekat Madinah). Pada saat itu keluarlah seorang laki-laki yang merupakan sebaik- baik manusia atau dari golongan manusia yang terbaik. Ia berkata, ‘Saya bersaksi bahwa kamu adalah Dajjal yang Rasulullah telah menceritakan kepada kami tentang kamu.’ Lalu Dajjal berkata, ‘Bagaimana pendapatmu, jika aku matikan orang ini kemudian aku hidupkan lagi, apakah kamu masih meragukan terhadap persoalan itu?’ Mereka menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian ia menghidupkan lalu mematikannya. Ketika menghidupkannya, ia berkata, ‘Demi Allah, saya tidak pernah dapat melihat engkau yang lebih jelas daripada yang aku lihat hari ini.’ Lalu, Dajal berkata, ‘Saya bunuh dia.’ (Dalam satu riwayat: Lalu Dajjal hendak membunuhnya). Namun, ia tidak diberi kekuasaan terhadapnya.”

MADINAH ITU DAPAT
MELENYAPKAN APA-
APA yang BURUK

Zaid bin Tsabit r.a. berkata, Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya kota Madinah itu adalah (negeri yang bagus), ia mengeluarkan orang-orang (dalam satu riwayat: dosa-dosa, dan dalam riwayat lain: kotoran yakni manusia-manusia kotor), sebagaimana halnya api membersihkan karat besi (dalam satu riwayat: karat perak).”

RAUDHAH (Taman)

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Nabi saw. bersabda, “Di antara rumahku dengan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku itu ada di atas telagaku.”
Secara bahasa “raudhah” berarti kebun atau taman. Sedangkan yang dimaksud Raudhah di sini adalah suatu tempat yang berada di antara mimbar dan makam Muhammad SAW. Tempat ini selalu digunakan oleh Nabi SAW untuk melakukan shalat sampai akhir hayat beliau. Nabi SAW bersabda :
“Dari Abi Sa’id al-Khurdri ia berkata,
“Rasulullah SAW
bersabda, “Tempat di antara kubur dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) di antara beberapa kebun surga”. (Musnad Ahmad bin Hanbal)
Karena tempat ini sangat istimewa, maka seorang di sunnahkan untuk selalu beribadah dan shalat di Raudhah Nabi SAW ini. Disebutkan, seorang muslim yang sedang berziarah ke Madinah, selama dia berada di Madinah, seyogyanya selalu melaksanakan shalat lima waktu di masjid Nabi SAW dan berniat i’tikaf setiap dia memasuki masjid Nabi SAW.
Dia juga dianjurkan untuk mendatangi Raudhah guna memperbanyak shalat dan do’a di sana karena ada hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda, “Tempat yang diantara kuburku dan mimbarku ini adalah Raudhah (kebun) diantara beberapa kebun surga”
Seseoarang juga dianjurkan untuk berdo’a di depan mimbar Nabi SAW. Sesuai dengan sabda Nabi SAW, “Mimbarku ini berada di atas telagaku.” (al-Hajj wa al-‘Umrah Fiqhuh waAsraruh,237)
Dengan redaksi yang berbeda, al-Imam ar-Rabbani Yahya bin Syarf al-Nawawi dalam kitabnya Kitab al-Idhah fi Manasik al-Hajj menjelaskan, dalam shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW bersabda, “Mimbarku ini berada di atas telagaku”. Imam al-Khathabi berkata,
Maksud hadist di atas adalah bahwa “orang yang selalu istiqamah melaksanakan ibadah di depan mimbarku, maka kelak di hari kiamat, ia akan minum air dari telagaku”. (al-Idhah fi Manasik al-Hajj wal ‘Umrah, 456)

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Rasulullah Muhammad SAW dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s