Kemuliaan Madinah Al Munawarah Bag.(1)

Kota Al Madinah Al Munawwarah juga disebut Madinatu Rasulillah atau Madinatun Nabi adalah kota suci kedua setelah Makkah Al Mukarramah. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Di sana terdapat makam Nabi Muhammad SAW dan Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) Lebih baik daripada 1000 kali shalat di tempat lainnya kecuali Masjidil Haram” (HR.Nukhari, Muslim, At Tirmidzi)

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia.
Selain dikenal sebagai kota pusat perkembangan Islam. Madinah juga merupakan pusat dari pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Juga banyak ulama-ulama dan Cendekiawan Islam yang muncul dari Madinah diantaranya adalah Imam Malik.

TINJAUAN SEJARAH KOTA MADINAH

pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yathsrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan
dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapat tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena penghianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir keluar Madinah. Kini Madinah bersama kota suci Mekkah dibawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang merupakan pelayan kedua kota suci.

Berikut ini kami nukilkan beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab Shahihnya dan ulama hadits lainnya mengenai kemuliaan kota Al Madinah Al Munawwarah.

KESUCIAN KOTA MADINAH

Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Madinah itu haram (tanah suci) dari ini sampai ini, tidak boleh dipotong (ditebang) pohonnya, dan tidak boleh dilakukan bid’ah di dalamnya. Barangsiapa yang membuat bid’ah (atau melindungi orang yang berbuat bid’ah) di dalamnya, maka ia terkena laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya.” Abu Hurairah r.a.
berkata, “Seandainya saya melihat biawak memakan rumput di Madinah, niscaya saya tidak akan menghardiknya.” Nabi saw. bersabda, “Apa yang ada di antara dua batu hitam (tanda pembatas) Madinah itu diharamkan lewat lisanku.” (Dalam satu riwayat: “Apa yang ada di antara dua batu hitam Madinah adalah haram.”) Abu Hurairah berkata, “Nabi mendatangi bani Haritsah, lalu beliau SAW bersabda, “Saya kira kalian wahai bani Haritsah, telah keluar dari Tanah Haram.” Kemudian beliau berpaling dan bersabda, “Namun, kalian masih ada di Tanah Haram.”

KEUTAMAAN
MADINAH dan BAHWA MADINAH ITU MELENYAPKAN MANUSIA yang BURUK-BURUK

Abu Hurairah r.a. berkata,
Rasulullah bersabda, “Saya diperintahkan pergi ke suatu desa yang memakan desa-desa yang lain, mereka menyebutnya Yatsrib. Yaitu, Madinah, yang meniadakan manusia (yang buruk) sebagaimana ubupan (embusan tukang besi) meniadakan kotoran besi.”

ORANG YANG MEMBENCI MADINAH

Abu Hurairah r.a. berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Mereka meninggalkan Madinah atas keadaannya yang terbaik. Ia tidak didatangi selain oleh pencari rezeki (yang beliau maksudkan adalah binatang buas dan burung). Akhir orang yang dikumpulkan adalah dua orang penggembala dari (kabilah) Muzainah,
yang mau ke Madinah. Keduanya berteriak memanggil – manggil kambingnya. Kemudian mereka mendapatinya telah menjadi binatang liar. Sehingga, setelah keduanya sampai di Tsaniyatul Wada’, mereka tersungkur pada kedua wajahnya.”

IMAN AKAN BERHIMPUN ke MADINAH

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya iman itu berkumpul ke Madinah sebagaimana ular berkumpul di lubangnya.”

DOSA ORANG yang
BERMAKSUK BERBUAT BURUK TERHADAP PARA PENGHUNI KOTA MADINAH

Sa’ad r.a. berkata,
Saya mendengar Nabi bersabda,
“Tidaklah seseorang membuat tipu daya terhadap penghuni Madinah melainkan ia akan hancur sebagaimana hancurnya garam dalam air.”

BENTENG – BENTENG KOTA MADINAH

Usamah r.a. berkata, “Nabi naik ke salah satu benteng Madinah lalu beliau bersabda, “Apakah kalian melihat apa yang aku lihat?” (Mereka menjawab, “Tidak.” Beliau bersabda
“Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di sela-sela rumah-rumah kamu seperti tempat tempat jatuhnya tetesan air hujan.”

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Rasulullah Muhammad SAW dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kemuliaan Madinah Al Munawarah Bag.(1)

  1. Shihabuddin berkata:

    Mudah2an para pemimpin kita dapat mengambil contoh dari madinnah Al- Munawaroh..
    Amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s