Nafsu Selalu Akrab dengan Larangan Allah

Seorang murid menjamu gurunya dengan daging panggang dan beberapa makanan lain. Sang guru menikmati makanan yang di hidangkan, tetapi sama sekali tidak menyentuh daging panggang.
“Mengapa Guru tidak memakan dagingnya?” tanya si murid.
“Aku tidak bisa memakan daging haram?”
“Bagaimana Guru tahu daging itu haram?”
“Ya, ketika aku melihat daging itu, nafsuku ingin segera melahapnya, tidak seperti biasanya. Inilah yang membuatku tahu bahwa daging itu haram. Karena nafsu selalu akrab dengan hal-hal yang terlarang.”

Si murid kemudian mendatangi penjual daging.
“Ceritakanlah kepadaku dengan jujur perihal daging ini. Guruku mengatakan bahwa daging yang ku beli darimu haram dan ia tak mau memakannya.”
“Memang benar ucapan guru mu. Daging itu berasal dari kambingku yang mati. Kambing itu sangat gemuk. Aku merasa sayang untuk menguburkannya. Lalu kambing itu aku sembelih dan ku bawa dagingnya ke pasar untuk di jual. Dan diantara pembelinya adalah engkau.”

Guru itu tidak bisa mencapai tingkatan ini kecuali setelah bermujahadah dan bersikap wara’. Barangsiapa memohon dengan sungguh – sungguh dan dengan keinginan kuat, Allah pasti akan mengabulkan, karena Allah Maha Pemurah.

Pos ini dipublikasikan di Kisah Hikmah dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s